Coway
Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Tidak Sehat: Mengapa PM2.5 Perlu Diwaspadai di Rumah?
Berita9/19/2026

Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Tidak Sehat: Mengapa PM2.5 Perlu Diwaspadai di Rumah?

Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Tidak Sehat: Mengapa PM2.5 Perlu Diwaspadai di Rumah?

Jakarta dan sejumlah wilayah Indonesia masih menghadapi tantangan kualitas udara di tengah kondisi atmosfer yang relatif kering. Apa dampaknya bagi keluarga dan bagaimana cara menjaga kualitas udara di dalam rumah?

Kualitas udara kembali menjadi perhatian masyarakat pada September 2026. Pada Sabtu, 19 September 2026, pemantauan kualitas udara resmi Jakarta menunjukkan adanya perbedaan kondisi yang cukup besar antarwilayah. Salah satu titik pemantauan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, tercatat memiliki ISPU 116 atau masuk kategori Tidak Sehat, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 116 µg/m³.

Di sisi lain, kondisi atmosfer Indonesia juga masih dipengaruhi oleh fenomena El Niño yang berada pada kategori sangat kuat. BMKG menyebut kondisi tersebut, bersama musim kemarau, dapat menyebabkan atmosfer lebih kering, tutupan awan lebih sedikit, dan suhu permukaan meningkat.

Kondisi ini membuat pembahasan mengenai kualitas udara di rumah menjadi semakin penting.

Apa Itu PM2.5?

PM2.5 adalah partikel udara berukuran sangat kecil, yaitu berdiameter sekitar 2,5 mikrometer atau lebih kecil.

Partikel ini dapat berasal dari berbagai sumber, seperti asap kendaraan, pembakaran, debu, asap rokok, aktivitas industri, serta sumber polusi lainnya.

Karena ukurannya sangat kecil, PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Masalahnya, udara yang terlihat bersih belum tentu benar-benar bebas dari partikel kecil tersebut.

Inilah mengapa kondisi kualitas udara sebaiknya tidak hanya dinilai dari apakah udara terlihat berdebu atau tidak.

Mengapa Kualitas Udara di Luar Rumah Bisa Berpengaruh ke Dalam Rumah?

Banyak orang menganggap bahwa ketika berada di dalam rumah, otomatis terlindung dari polusi udara.

Padahal, udara luar dapat masuk melalui berbagai jalur.

Misalnya:

- pintu yang sering dibuka dan ditutup,

- jendela,

- celah ventilasi,

- sistem sirkulasi udara,

- aktivitas keluar-masuk anggota keluarga,

- debu yang terbawa dari luar.

Artinya, ketika kualitas udara di luar sedang buruk, kualitas udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan.

Terlebih lagi jika rumah berada di kawasan dengan lalu lintas kendaraan tinggi, dekat jalan besar, atau lingkungan dengan banyak aktivitas pembakaran.

Musim Kemarau Membuat Kita Perlu Lebih Memperhatikan Udara di Rumah

BMKG dalam prakiraan cuaca periode 18–24 September 2026 menyampaikan bahwa El Niño sangat kuat masih memberikan dampak terhadap kondisi atmosfer Indonesia. Kombinasi El Niño dan musim kemarau dapat menyebabkan kondisi yang lebih kering serta peningkatan suhu permukaan.

Kondisi atmosfer yang kering juga dapat membuat debu dan partikel di lingkungan menjadi lebih mudah mengganggu kenyamanan.

Karena itu, menjaga kebersihan rumah saja belum tentu cukup.

Membersihkan lantai, mengelap meja dan menggunakan vacuum cleaner memang penting, tetapi kualitas udara yang kita hirup juga perlu diperhatikan.

Apakah Membuka Jendela Selalu Menjadi Solusi?

Tidak selalu.

Membuka jendela dapat membantu pertukaran udara ketika kualitas udara luar sedang baik.

Namun ketika udara luar sedang tercemar, membuka jendela justru dapat membawa lebih banyak partikel dari luar masuk ke dalam ruangan.

Karena itu, kebiasaan membuka jendela sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kualitas udara di luar.

Untuk masyarakat yang tinggal di kota besar, memantau kualitas udara secara berkala dapat menjadi kebiasaan sederhana yang bermanfaat.

Bagaimana Cara Menjaga Kualitas Udara di Dalam Rumah?

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.

1. Pantau kualitas udara

Sebelum melakukan aktivitas luar ruangan atau membuka jendela dalam waktu lama, perhatikan kondisi kualitas udara di wilayah tempat tinggal.

Pemprov Jakarta menyediakan platform pemantauan kualitas udara yang memberikan informasi berdasarkan titik pemantauan di berbagai wilayah Jakarta.

2. Kurangi sumber polusi di dalam rumah

Hindari merokok di dalam rumah dan perhatikan aktivitas yang menghasilkan asap atau partikel.

Dapur juga menjadi salah satu area yang perlu diperhatikan karena aktivitas memasak dapat menghasilkan partikel di udara.

3. Bersihkan rumah secara rutin

Debu yang menumpuk dapat menjadi salah satu sumber partikel di lingkungan rumah.

Membersihkan permukaan, lantai, karpet, sofa dan area yang sering digunakan dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan rumah.

4. Pertimbangkan penggunaan air purifier

Ketika kualitas udara luar sedang kurang baik, air purifier dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menyaring partikel udara di dalam ruangan.

Namun perlu diperhatikan bahwa efektivitas air purifier bergantung pada jenis filter, kapasitas perangkat, ukuran ruangan, serta cara penggunaannya.

Air purifier juga bukan pengganti ventilasi yang baik dan bukan solusi untuk semua jenis polutan.

Apakah Air Purifier Bisa Menghilangkan PM2.5?

Air purifier dengan sistem filtrasi yang sesuai, termasuk filter partikulat seperti HEPA, dirancang untuk membantu menangkap partikel udara berukuran kecil.

Karena itu, ketika memilih air purifier, jangan hanya melihat merek atau bentuk perangkat.

Perhatikan juga:

- jenis filter,

- kemampuan filtrasi partikel,

- luas ruangan yang direkomendasikan,

- sirkulasi udara,

- jadwal penggantian filter,

- serta cara perawatan perangkat.

Pemilihan perangkat yang sesuai dengan ukuran ruangan penting agar proses penyaringan udara dapat berlangsung secara optimal.

Rumah Bersih Belum Tentu Udaranya Bersih

Ini adalah hal yang sering terlupakan.

Rumah bisa terlihat bersih, lantai sudah dipel, meja sudah dilap dan tidak terlihat debu.

Tetapi udara di dalam ruangan tetap dapat mengandung partikel yang tidak terlihat oleh mata.

Karena itu, konsep rumah sehat tidak hanya mengenai kebersihan permukaan.

Kualitas udara yang kita hirup setiap hari juga merupakan bagian dari lingkungan rumah.

Apalagi bagi keluarga yang banyak menghabiskan waktu di dalam rumah.

Kesimpulan

Kualitas udara Jakarta pada September 2026 menunjukkan bahwa kondisi udara dapat berbeda antarwilayah dan berubah dari waktu ke waktu. Pada 19 September, salah satu titik pemantauan di Pesanggrahan tercatat berada dalam kategori tidak sehat.

Sementara itu, BMKG masih memperingatkan dampak El Niño sangat kuat dan kondisi atmosfer yang cenderung kering pada periode 18–24 September 2026.

Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan lingkungan rumah bukan hanya tentang membersihkan lantai dan perabot.

Udara yang kita hirup setiap hari juga perlu diperhatikan.

Mulailah dengan memantau kualitas udara, mengurangi sumber polusi di dalam rumah, menjaga kebersihan secara rutin, dan mempertimbangkan penggunaan air purifier yang sesuai dengan kebutuhan ruangan.

Untuk informasi mengenai pilihan air purifier Coway, teknologi filtrasi, kapasitas ruangan, dan perawatan filter, Anda dapat melihat informasi produk di cowayid.com.

WhatsApp